Gara-gara Makan Jamur Tlethong Sapi, Seorang Pria Mencabut Burungnya Sendiri

Kalau Anda hidup di Jawa pati kenal dengan nama jamur tlethong yang tumbuh di kotoran sapi. Jamur ini sering dijumpai di sekitar kandang-kandang peternak. Masyarakat Jawa berkeyakina jamur ini beracun sehingga tidak dikonsumsi.

Baru-baru ini ada seorang pria dari amerika Ohio mencabut burungnya setelah makan jamur tlethong yang dikenal disana dengan nama jamur halusinogen [magic mushroom].

Sebagaimana dikutip dari vivanews, Seorang pria di Columbus, Ohio, Amerika Serikat berteriak tidak karuan setelah mencabut penisnya sendiri. Dengan penuh darah di selangkangannya, pria ini mengaku habis memakan jamur halusinogen, atau yang dikenal di sini dengan nama magic mushroom.

Insiden ini terjadi pada pukul 1 pagi dini hari [Selasa, 25 juni 2013]. Polisi sempat mengira ada kasus pencurian di sebuah sekolahan yang sebelumnya ada laporan pencurian.

Namun polisi terkejut saat menemukan seorang pria telanjang dan teriak-teriak. Pria yang diduga berusia 41 tahun itu terlihat berlutut dengan darah terus mengucur dari bawah pinggangnya. Penisnya sudah tercerabut dari tempatnya. Pria itu dilarikan ke rumah sakit, beserta sisa-sisa kejantanannya.

"Dia tidak mengatakan apa-apa, kebanyakan teriak dan menyumpah. Bicaranya ngawur, tidak bisa diajak komunikasi," ujar Sersan Geoff Fox. Pria ini masuk dengan mendobrak jendela tapi tidak mengambil apa-apa.

Dalam penyelidikan, diketahui pria itu membeli jamur halusinogen pada hari itu di tempat temannya. Dia tidak memiliki riwayat pengguna narkoba atau masalah mental. "Kami mengirim sampel darahnya ke lab untuk dicari tahu apakah jamur itu dicampur dengan sesuatu," kata Fox.

Tidak diketahui mengapa pria itu sampai mencabut alat vitalnya sendiri. Fox tidak menyebutkan perawatan apa yang diterima pria itu. Namun dia mengatakan, pria itu hampir mati karena kehabisan banyak darah.

Di Indonesia, jamur semacam ini banyak tumbuh di kotoran sapi atau kuda. Jika dikonsumsi, jamur ini mengeluarkan zat psilocybin yang membuat pemakannya mengalami halusinasi. Terkadang, efeknya bisa fatal.

Banyak yang mengira mengkonsumsi jamur ini tidak melanggar hukum. Namun ternyata BNN telah mengkategorikan jamur ini masuk dalam narkotika golongan I di Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009. Pengguna maupun penjualnya bisa dikenakan pidana. [Vivanews]
Berita dan Cara Online. Powered by Blogger.